Jadi Korban Penganiayaan Oknum Aparat, BEM se-Sultra Minta Polisi Usut Tuntas

Konferensi Pers Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sulawesi Tenggara (Sultra).

KENDARI– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sultra untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami Kordinator Pusat (Korpus) BEM Se-Sultra, Ashabul Akram.

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari itu menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang yang diduga oknum Kepolisian di salah satu Warkop di Kota Kendari, Senin, 12 Maret 2024, pada pukul 00.30 Wita lalu.

“Kami meminta kepada pihak Polda Sultra dan Polres Kendari dalam waktu 3×24 jam untuk segera menangkap terduga pelaku dan segera ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Ashabul Akram saat menggelar konferensi pers, Sabtu, 23 Maret 2024.

Pada saat kejadian itu, Korpus BEM Se-Sultra dan beberapa kawannya sedang nongkrong di salah satu warkop.

BACA JUGA :  Pulihkan Ekonomi dan Tekan Laju Inflasi, Kadin Sultra Kembali Gelar Pasar Murah di Baruga

Tiba-tiba, dua orang pelajar meminta perlindungan hingga masuk didalam sebuah Warkop, tidak lama beberapa orang tak dikenal (OTK) masuk mencari.

“Beberapa menit datang dengan menggunakan banyak motor, karena tempat kami duduk pas depan warkop jadi saya langsung berdiri dan mengarah ke pinggir jalan untuk melihat situasi apa yang terjadi, setelah saya keluar mereka langsung menghampiri saya, mereka kira saya berteman kedua orang yang dikejar itu,” jelasnya.

Merasa tidak menemukan dua pelajar tersebut, OTK kemudian pergi untuk memanggil segerombolan pemuda dengan membawa tongkat polri.

“Tiga orang mencoba menghadang saya, tapi hanya satu orang yang langsung memukul, saya tidak melawan karena OTK yang datang menyerang mengunakan tongkat T, yang notabenenya kalau bukan security atau penegak hukum dalam hal ini anggota kepolisian yang mempunyai itu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Perayaan HUT ke-30 Tahun, Yudhianto Mahardika Nyatakan Siap Tarung di Pilwali 2024

Dirinya berharap, Kapolda Sultra dapat mengusut tuntas kasus ini. Apalagi dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.

“Saya meminta Kapolda Sultra dan Kapolresta Kendari untuk menetapkan tersangka, dan dapat dihukum. Apalagi ini dilakukan oleh seorang oknum kepolisian yang tentunya membuat citra nama institusi tercoreng,” harapnya.

Apabila, pihak kepolisian dalam waktu 3×24 jam belum menangkap seluruh oknum kepolisian yang terlibat dalam penganiayaan tersebut. Ashabul Akram pastikan akan melakukan aksi besar-besar.

“Jika terduga pelaku tidak ditangkap,maka kami akan konsolidasi seluruh kampus di Sultra, Ketua-ketua BEM untuk melaksanakan aksi besar-besaran sebagai bentuk perlawanan kami,” pungkasnya.